Senin, 27 Mei 2013

Latihan


CONTOH SOAL DAN PEMBAHASANNYA
 
Sebuah benda diletakkan  pada jarak 6 cm  di depan cermin cekung dan bayangan yang terbentuk 30 cm  dari cermin. Jarak fokus cermin adalah ....
a. 0,2 cm
b. 5 cm
c. 24 cm
d. 36 cm

( Soal Ebtanas 2004 )

Penyelesaian :

Perlu di fahami bahwa pada cermin cekung,  jarak fokus ( f ) dan jari - jari ( R ) bernilai positif ( + )






Sebuah benda diletakkan  pada jarak  10 cm di depan  cermin cembung yang titik apinya berjarak 15 cm. Bayangan yang di hasilkan berjarak ....
a. 6 cm di depan cermin
b. 6 cm di belakang cermin
c. 30 cm di depan cermin
d.  30  cm di  belakang cermin

Pembahasan :

Ingat, bahwa jarak  fokus cermin cembung, selalu bernilai negatif. Maka jarak bayangan ke cermin :


Jadi, jarak bayangan ke cermin adalah 6 cm. Sementara tanda  negatif menunjukkan bahwa bayangan bersifat maya dan berada di belakang cermin.

kumpulan soal dan pembahasan fisika semester 2 kelas X

Seorang yang miopi titik dekatnya 25cm sedangkan titik jauhnya 100 cm.Agar ia dapat melihat benda yang jauh,ia harus memakai kacamata yang kekuatannya….
Jawab:    S= ~  ; S’= -100 cm
                        1/f = 1/100
                        D= 1/-100 X 100 =  -1 dioptri

 Aldo ketika berumur 55 tahun menderita hipermetropi, tidak dapat membaca koran yang berada lebih dekat dari 50 cm di depan matanya. Berapa dioptri kekuatan kacamata christiano ronaldo ?

jawab :
S' = -50 cm, S = 25 cm,
 f ? dan P?

1/25 + 1/-50 = 1/f,
f = 50 cm,
P = 100/50    
   = 2 Dioptri

Seorang penderita Miopi memakai lensa -1,0  D.
    Berapa titik jauh orang tersebut?
Jawab:
                P= 1/f
                F=1/1 = -1m =-100 cm
1/S’ = 1/F -1/S
        = 1/-200 – 1/~ =1/-200
S’ =-200 cm





Seorang penderita presbiopi mempunyai titik dekat 50 cm.Agar dapat membaca pada jarak baca normal(25 cm).Orang itu harus  memakai kacamata dengan ukuran . . .
                        Dik: S’ = 50cm                                   Dit: P= . . . ?
                                S = 25 cm
Jawab: 1/S+1/S’ = 1/f                       P= 1/f  X 100
            1/25+1/50 = 1/f                     = 3/50 X 100
            2/50+1/50 = 3/50                  = 6 dioptri


Titik dekat  seseorang adalah 60 cm. Berapakah jarak focus kacamata yang harus digunakan agar dia dapat melihat dengan jelas suatu benda yang berada 20 cm di deoan matanya?
Jawab:  1/20+1/-60 =3/60-1/60
                                  1/f=2/60
                                    F = 60/2
   = 30cm

Sumber-sumber cahaya


Sumber-sumber Cahaya
Benda-benda yang ada di sekitar kita dapat kita lihat apabila ada cahaya yang mengenai benda tersebut. Cahaya yang mengenai benda akan dipantulkan oleh benda ke mata sehingga benda tesebut dapat terlihat. Cahaya berasal dari sumber cahaya. Semua benda yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber cahaya. Contoh sumber cahaya adalah:
1.       Matahari


2.       Lampu

3.       Senter

4.       Bintang


Sifat-sifat Lensa


Sifat-sifat Lensa
1.      Sifat Lensa Cembung
Lensa cembung memiliki sifat mengumpulkan cahaya.


2.    Sifat lensa cekung
Lensa cekung memiliki sifat menyebarkan cahaya.



Sifat-sifat cahaya


Sifat-sifat Cahaya
Cahaya memiliki sifat sebagai berikut:
1.    Cahaya Merambat Lurus

2.   Cahaya Dapat Dibiaskan

3.   Cahaya Dapat Menembus Benda Bening

4.   Cahaya dapat dipantulkan





5. Cahaya dapat diuraikan

Percobaan Fisika Asyik


Untuk membuat periskop, kamu hanya membutuhkan dua cermin dan sesuatu yang menahan kedua cermin tersebut. Kemudian kamu bisa melihat sekeliling kamu yang melewati perintang, memata-matai di atas dinding, dan mempelajari hewan tanpa mengganggunya. Periskop digunakan kapal selam untuk melihat keadaan di atas air; tetapi dengan bahan yang khusus dan beberapa usaha kamu bisa membuat sebuah periskop untuk melihat ke dalam air. Tambahkan lensa ke periskop kamu dengan gabungan yang tepat dapat memanfaatkan pengalaman penglihatan. Pastikan untuk membaca kegiatan ini seluruhnya sebelum kamu mulai (seperti halnya jika kamu melakukan semua aktifitas). Ada beberapa variasi rancangan, dan salah satu pilihan kamu akan menentukan cara kamu membuatnya dan bahan-bahan yang dibutuhkan.

Alat dan Bahan
  1. Selembar kaca plexy atau kayu lapis (ada di toko) kemudian cat semprot hitam logam dengan ukuran 60 x 90 x 0,3 cm kubik
  2. Silikon aquarium atau perekat
  3. Meteran kayu
  4. 2 cermin kecil 2 lensa cembung (dari sepasang kaca mata tua atau ada di toko alat-alat labor)
  5. Epoxy (jika menggunakan lensa)

Alat dan Bahan untuk Membuat Periskop Kaca Plexy
  1. Pemotong kaca (agar kamu dapat mematahkan kaca dengan rapi)
  2. Lem plastik
  3. Isolasi pipa 
  4. Gunting
Alat dan Bahan untuk Membuat Periskop Kayu Lapis
  1. Gergaji kayu
  2. Cat tahan air 
  3. Paku dan palu 
  4. Kaca plexy untuk tutup
Untuk cermin, kamu dapat menggunakan cermin genggam. Potong tiap-tiap pegangan dekat cermin, biarkan cermin hanya menempel pada plastik bingkainya.

Langkah Pembuatan
1. Cara membuat badan periskop dari kaca atau kayu lapis:
  • Rancang dan buat ruang panjang dengan empat sisi dan bagian ujung yang berlawanan terbuka, seperti yang terlihat. Ukuran sisi dindingnya terseah kamu, ukuran yang bagus mulai dari 70 x 4 cm. Alat tersebut akan beroperasi paling baik jika kamu mencat hitam dinding dalamnya sebelum memasang kaca.
  • Jika menggunakan kaca plexy, potong dinding periskop dan gabungkan dengan lem plastik. Biarkan lem kering.
  • Jika menggunakan kayu lapis, gunakan gergaji kayu untuk memotong dinding.
  • Jika kamu bermaksud menggunakan periskop kamu dalam air, gabungkan semua tepi dengan perekat. Kamu bisa mencat kayu lapis dengan cat pelindung yang tahan air setelah melakukan perekatan.
  • Dalam beberapa kasus, mungkin berguna untuk menguatkan periskop kamu dengan potongan isolasi tipis (untuk kaca plexy) atau paku penutup kecil (untuk kayu lapis).

2. Baringkan periskop kamu mendatar di atas meja dan posisikan cermin sejajar satu dengan lainnya, pada bagian yang terbuka, dengan permukaan pantulan saling berhadapan. Atur cermin sehingga ketika kamu melihat ke dalam satu bagian yang terbuka (lobang mata), kamu bisa melihat objek yang jauh melalui bagian terbuka lainnya (penampakan). Ketika cermin diluruskan ke atas dengan tepat (kalibrasi), lem bagian sampingnya denga perekat. Kamu bisa memperlebar area penglihatan dalam periskop kamu dengan menambahkan lensa cembung yang rendah di samping tiap cermin, posisikan sejajar satu dengan yang lainnya dan ke ujung periskop. Gunakan epoxy dengan membubuhkan pada lensa. Sesuatu akan terlihat lebih kecil daripada sebenarnya, tetapi kamu akan mampu untuk melihat lebih banyak.

3. Ketika periskop kamu kering, coba melihat melaluinya. Lihat ke dinding, di bawah meja, seputar sudut, dan di bawah sebuah lobang.

Cara Membuat Periskop Bawah Air 

Jika kamu telah membuat periskop dengan dinding yang tahan air, kamu dapat mengeluarkan cermin dekat lobang mata sehingga kamu dapat melihat lurus ke bawah ke dalam periskop. Masukkan kembali cermin dengan memiringkannya. Bukaan yang tersisa hanya untuk lobang mata dan panampakan, tempat cahaya masuk dan keluar. Tutup bagian yang terbuka dengan sepotong kaca yang lebih besar sedikit, dan lem kaca di tempat tersebut dengan perakat. Biarkan potongan tersebut kering semalaman, dan periksa bila ada yang bocor. Jika kamu menggunakan lem yang bagus, kamu dapat memasukkan ujung yang rendah ke dalam kolam dan mulai menggunakan alat periskop untuk mempelajari ekologi bawah air. 
Sumber: Riset Unggulan Remaja

Penerapan Pembiasan


PENERAPAN PEMBIASAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
1. Pembelokan Posisi Bintang
Pembiasan sinar bintang Karena cahaya bintang merambat dari ruang hampa ke atmosfer yang kerapatannya berbeda-beda, maka cahaya tersebut dibiaskan mendekati garis normal, sehingga bintang yang kita lihat tidak tepat pada posisi aslinya.

2. Pelangi
Pelangi adalah hasil dari pembiasan dan dispersi cahaya oleh titik-titik air yang ada di udara. Pelangi terbentuk karena dispersi cahaya pada pembiasan dalam tetes air hujan.

>Dispersi Cahaya
Dispersi cahaya adalah penguraian warna-warna cahaya.

Suatu berkas sinar putih bila melalui prisma akan terurai menjadi warna merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu (perhatikan gambar)

>Penyebab Dispersi Cahaya
Dispersi cahaya terjadi karena setiap warna cayaha memiliki panjang gelombang yang berbeda sehingga sudut biasnya berbeda-beda.
Cahaya putih terdiri dari gabungan beberapa warna, yaitu merah, hijau dan biru.
Putih disebut warna polikromatik, yaitu warna cahaya yang masih bisa diuraikan lagi menjadi warna-warna dasar.
Merah, hijau dan biru merupakan warna dasar atau warna monokromatik, yaitu warna cahaya yang tidak dapat diuraikan kembali.

Pembiasan Cahaya


Pembiasan Cahaya
Pembiasan cahaya berarti pembelokan arah rambat cahaya saat melewati bidang batas dua medium tembus cahaya yang berbeda indeks biasnya. Pembiasan cahaya mempengaruhi penglihatan pengamat. Contoh yang jelas adalah bila sebatang tongkat yang sebagiannya tercelup di dalam kolam berisi air dan bening akan terlihat patah.

Hukum Pembiasan :

1. Sinar datang, garis normal dan sinar bias terletak pada satu bidang datar
2. Sinar datang dari medium kurang rapat menuju medium lebih rapat akan dibiaskan mendekati garis normal, sebaliknya sinar datang dari medium lebih rapat menuju medium lebih rapat akan dibiaskan menjauhi garis normal

Pembentukan bayangan pada lensa



Pembentukan Bayangan Pada Lensa
1.      Pembentukan bayangan pada lensa cembung
Sifat bayangan pada lensa cembung yaitu:
a.      Nyata
b.     Terbalik dan
c.      Diperbesar.

 
2.    Pembentukan bayangan pada lensa cekung
Sifat bayangan pada lensa cekung adalah
a.      Maya
b.     Tegak dan
c.      Diperkecil

Definisi Lensa dan jenisnya


Lensa
Lensa merupakan benda tembus cahaya (bening) dengan dua bidang permukaan, salah satu atau keduanya merupakan bidang lengkung.Dari bentuk kelengkungannya, lensa dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1.       lensa cembung

2.     lensa cekung

Sesuai dengan sifat cahaya yang mengenai benda tembus cahaya, maka cahaya akan diteruskan bukan dipantulkan. Oleh karenanya jika kita berbicara mengenai lensa, maka yang berlaku disini adalah hukum pembiasan bukan pemantulan. Mengingat pada lensa sinar melalui dua benda yang kerapatan optiknya berbeda, maka sinar akan dibiaskan. Hukum ini berlaku baik pada lensa cembung maupun lensa cekung.
1.       Lensa Cembung
Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengah lebih tebal dibandingkan sisi tepinya. Prinsip lensa tidak berbeda dengan cermin. Lensa juga membentuk bayangan seperti cermin. Bayangan itu tampak sebagai pembiasan bukan pemantulan. Keberadaan lensa cembung hampir sama dengan cermin cekung, sedangkan lensa cekung hampir sama dengan cermin cembung.

2.     Lensa Cekung
Lensa cekung berbentuk tipis di bagian tengah dan tebal di bagian tepi. Lensa cekung atau konkaf disebut juga lensa divergen karena sinar-sinar yang melaluinya akan dibiaskan menyebar.

Kuat Lensa

Kuat lensa adalah kemampuan sebuah lensa dalam mengumpulkan atau menyebarkan sinar yang diterimanya. Makin kuat lensa tersebut memfokuskan sinar, makin besar kekuatan lensanya.

Kuat lensa ( P ) dapat dihitung dengan persamaan:
p=1/f    (f dalam meter )
p=100/f    (f dalam cm)

Kuat lensa dihitung dengan satuan dioptri, lensa cembung memiliki kekuatan lensa positif dan lensa cekung memiliki lensa negatif.

Jenis-jenis Lensa

Lensa terbagi 2, yaitu:                        
1.     Lensa cembung
Lensa cembung biasa disebut juga lensa positif atau lensa konvergen.
Lensa cembung terbagi 3, yaitu:
a.     Lensa cembung-cembung (biconvex)
Lensa cembung yang dibatasi oleh dua bidang lengkung yang berlawanan arah kelengkungannya
b.     Lensa cembung-datar (plan convex)
Lensa cembung yang dibatasi oleh satu bidang datar dan satu bidang lengkung
c.      lensa cembung-cekung (concave convex)
Lensa cembung yang dibatasi oleh dua budang lengkung yang searah kelengkungannya.


2.     Lensa cekung
Lensa cekung biasa disebut juga lensa negatif atau lensa divergen.
Lensa cekung terbagi 3, yaitu:
a.     Lensa cekung-cekung (biconcave)
Lensa cekung yang dibatasi oleh dua bidang lengkung yang arahnya berlawanan
b.     Lensa cekung-datar (plan-concave)
Lensa cekung yang dibatasi oleh satu bidang datar dan satu bidang lengkung
c.      Lensa cekung-cembung (convex-concave)
Lensa cekung yang dibatasi oelh dua bidang lengkung yang arahnya searah



 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code